Teringat pada suatu masa dimana kaki ini untuk pertama kali menapak tanah kota ini
Kesan pertama yang menyapa adalah suasana panas yang begitu menyengat
Sampai pada akhirnya sebuah perjalanan membawa pada sebuah kenyataan
Tentang kerasnya hidup di tanah orang yang terpampang di depan mata
Adalah sebuah pilihan untuk terus bertahan...., dengan meninggalkan sejuta kenangan
Yang membunuh jiwa tanpa batas..., selayak pedang tajam menghujam tepat di inti hati.
Suasana baru menyelimuti hari-hari penuh perjuangan
Mencoba lari dari sebuah kenyataan yang tak sesuai harapan
Tentang hati yang terbunuh sepi.., tentang janji yang tak tertepati.
Adalah rasa yang selalu ada..., terpaksa beku dipanasnya riuh dunia
Yang membunuh harapan insan...., selayak nyawa dicabut dari raga
Waktu berlalu musim berganti...,
Membawa pada satu titik dimana hati tertambat lagi
Tentang keindahan ciptaan Illahi..., walau terlambat tapi sangat berarti
Adalah janji yang tak bisa kuberi..., terpaksa terkunci di pusara hati
Adalah waktu yang tak berpihak..., terpaksa berhenti di langkah kaki.
Berakhir pada sisa gema terompet tahun baru
Pandangan harus mulai kabur melihat semua
Tentang satu kenyataan..., diujung perjalanan
Adalah sesuatu yang mulai menyatu dalam diri
Adalah kisah yang pernah terangkai..., terpaksa berakhir di kenyataan dunia.
Adalah hati yang terdalam..., terpaksa layu di sebuah pengharapan
Di jantung Kota Paray
Februari 2012
Rabu, 22 Februari 2012
Langganan:
Komentar (Atom)
