Kampoeng Gue

Well come to my paradise
Powered By Blogger

Sabtu, 29 Januari 2011

~ Dia datang, Dia pulang ~

Sebuah cerita yang selalu membuat suasana menjadi biru. Tentang ikatan yang tak pernah putus walau maut memisahkan. Walau hanya sebatas getaran, walau hanya sebatas perasaan.
Tadi dia datang, tapi dia pulang.

31 Desember 2010

Ditengah khusuknya simpuh doa seorang ibu selepas sholat Isya’, dia pulang. Getarannya tertangkap naluri seorang ibu, naluri yang merasakan kedatangannya. Ikut duduk bersimpuh di samping beliau.
Sejurus kemudian sang ibu menyapanya.
Anakku...., ibu senang kamu pulang. Terima kasih kamu mau menemui ibu...., Ibu sangat rindu padamu. Adakah ini pertanda bahwa kamu juga tahu yang sedang terjadi, sehingga kamu sekarang pulang? Syukurlah..., mungkin berkat doamu juga.
Masih banyak kata yang terucap, walau tak di jawab.

Tadi dia datang, tadi dia pulang.

Dia datang melihat yang baru datang, dia pulang melihat yang baru pulang. Ternyata disana dia tahu apa yang terjadi disini. Itulah kata Ibu
Dan masih banyak ceritanya, yang tak bisa kuungkapkan.
Dan masih banyak percakapan kami, yang tak bisa diungkapkan.

Cerita seorang ibu, yang datang setengah berlari menghampiriku. Ketika aku sedang asyik duduk di kursi sendiri. Cerita seorang ibu tentang belahan jiwa, yang pergi tapi datang lagi.

Cerita waktu malam sepasaran.

Adakah dia akan datang lagi...? adakah dia akan pulang lagi...?adakah dia akan menjenguk lagi...? waktu tiba malam selapan, seperti waktu malam sepasaran.
I hope so....

Love you brother