Kampoeng Gue

Well come to my paradise
Powered By Blogger

Selasa, 19 Januari 2010

LURIK LURIK BAWAH API


Bagaimana harus ku mulai ? Entah lah.
Masa...
Memaksa kita,
Tak pernah kupinta,
mungkin pengakhiran itu menjadi suatu permulaan.
Mungkin!.

Aku sebisanya coba tuk terus kekal dalam perasaan ini,
entah kenapa,
aku rasakan aku tidak layak
terlarang sudah
Sebetulnya, aku tidak punya kemampuan.
Aku hanyalah seorang laki laki,
mentah,
Lemah,
Hanya sekelumit rasa.

Mengharap, terlalu mengharap.
Mungkin tak patut ada keinginan untuk mencipta Masjid Nan Indah bersama Kamu.
Aku seharusnya tidak ada langsung perasaan ini pada Kamu.
Tidak patut ada langsung perasaan ini.
Tidak ...

Mungkin Aku hanya layak bermimpi.
Kau dan Aku bagai enggang dan pipit.
Aku patut sadar dari mimpi ini.
Aku tidak seharusnya.....

Kau puncak perasaan ini.
Sedih,
Kecewa,
Marah,

Perasaan, cepatlah Kamu meninggalkan Aku.
Perasaan, pergilah Kamu dari diri Aku.
Perasaan, lenyaplah Kamu dari memori Aku.
Aku ... tidak sanggup lagi ...
Aku ... tidak dapat menahan lagi ...
Bukan karena aku tak lagi...
Tapi ku sadari
Aku ... tiada tempat untuk mendirikan perasaan ini lagi ...

Sebelum ini,
Aku bersungguh,
Untuk meminggirkannya,
Untuk membuang hati ini,

Namun siapalah aku,
Harapan datang lagi,
Namun siapalah aku,
Tumbuh bersinar-sinar,

Setelah ku kenali,
Setelah ku akali,

Ada... Kalanya...
Kita mampu merencana
Takdir yang terlaksana
Satu hati di ujung langit
Satu... itu sepuluh
Sejauh bima sakti
Kita yakin kembali

Selama ini,
Untuk perasaan ini,

Kepada mu Tuhan aku berserah, aku berharap pengampunan Mu. Aku bersalah. Aku menyakiti hamba Mu. Aku mengaku segala khilafku. Aku tidak mampu memberi harapan. Aku hamba Mu yang hina. Ya Allah, sejujurnya diri ini rebah. Terbekas akan segalanya. Menangis aku mengenangkannya. Sedihnya, pahitnya untuk aku telan, berbekas dihati ini. Tuhanku, aku tidak adil kerna baru sekarang aku meminta dari Mu, baru sekarang aku berserah pada Mu. Aku sudah tiada tempat untuk mengadu. Tiada tempat untuk aku luahkan. Tiada tempat untuk aku titiskan air mata tanpa dipaksa.

Akan berbekas, Akan menjadi kenangan untuk ku


Saat ini ....
Aku ternyata bingung,